NY.TERESA MENDAPAT UKURAN JUBAH BABA
Pada tanggap 1
Desember 1996 setelah menerima vibhuti dari teman, Ny.Teresa dan keluarganya
pergi menonton video Baba berjudul Aura of Divinity. Pada waktu itu ia mengira
bahwa Baba adalah nabi palsu dan aneka mukjizat yang Beliau lakukan hanyalah
tipu muslihat. Meskipun demikian, ketika melihat video tersebut untuk pertama
kalinya, ia merasa sangat terkesan melihat jubah Baba.
Ny.Teresa
senang menjahit dan sejak lama ia sering membayangkan seandainya ia hidup
sezaman dengan Yesus, tentu ia akan menjahitkan jubah untuk Beliau.
Setelah
mukjizat peneymbuhan yang terjadi pada hari Natal 1981, Ny.Teresa ingin melihat
lagi video tersebut. Pada bulan Januari 1982 ia pergi bersama keluarganya
menonton lagi video yang sama, tetapi kini perasaannya sudah berubah, dari
takut dan curiga, menjadi kasih dan syukur kepada Beliau.
Ketika
Ny.Teresa menonton video yang kedua kalinya ini, sungguh aneh, ia melihat
ukuran pakaian Bhagawan Sri Sathya Sai Baba tertulis pada jubah Beliau. Ny.Theresa
mengamati dan berkomentar, “Oh, lingkar dada Beliau sekian, panjang lengan
sekian,” dan seterusnya. Putrinya, Gavina, heran karena ia tidak melihat
angka-angka tersebut. Di kemudian hari barulah Ny.Teresa tahu bahwa tidak ada
seorang pun yang melihat angka-angka tersebut selain ia sendiri.
Belakangan
ketika Ny.Teresa menonton lagi video tersebut untuk ketiga kalinya, angka
ukuran jubah yang dahulu dilihatnya itu tidak tampak lagi.
Ketika
mengetahui kejadian ini, Umberto, suami Ny.Teresa berkomentar, “Oh, karena
engkau ingin menjahit jubah untuk Yesus, Baba memperlihatkan ukuran jubah
Beliau kepadamu. Buatlah jubah untuk Baba.” Meskipun dianjurkan oleh suaminya,
Ny.Teresa bimbang dan enggan melakukannya. Ia merasa dirinya terlalu kecil,
tidak layak membuatkan jubah bagi Sang
Avatar. Suaminya mendesak dan membesarkan hatinya, tetapi ia tetap ragu. Ia
berkata kepada Umberto, “Jika Baba memang Avatar, Beliau akan memberikan jubah
Beliau di tangan saya sehingga saya dapat memeriksa apakah ukuran yang saya
lihat di video itu benar atau tidak.” Umberto menjawab, “Engkau minta supaya
surga turun ke tanganmu ( peribahasa yang menyatakan sesuatu yang mustahil ).
Siapa yang akan memberikan jubah Baba ke tanganmu?” Hal ini terjadi pada tahun
1982 dan waktu itu bakta Baba di Australia sangat sedikit. Sama sekali tidak
terbayang oleh mereka bahwa ada orang yang memiliki jubah Baba.
Tidak lama
kemudian ada sepasang suami istri yang mengajak Ny.Teresa dan Umberto melihat
Pura Sai Baba di Sydney. Ny.Teresa membayangkan bahwa tempatnya besar,
dilengkapi dengan bangku untuk berlutut dan kursi-kursi seperti di gereja
Katolik. Alangkah herannya ia ketika mendapati bahwa yang disebut Pura Sai Baba
itu ternyata bekas garasi di rumah Jack, suatu keluarga Yahudi Australia.
Rupanya
keluarga itu pernah mengalami mukjizat. Cucu perempuan Jack, seorang gadis
berusia 12 tahun yang menderita kanker darah telah disembuhkan oleh Baba.
Mereka datang ke Prashanti Nilayam untuk mengucapkan terimakasih kepada Baba
dan dalam kesempatan itu, Baba mengenugerahkan sehelai jubah Beliau kepada
mereka. Ketika kembali ke Sydney, keluarga itu mengubah garasinya menjadi
semacam tempat ibadah dengan altar dan karpet untuk duduk berdoa serta
menyanyikan kidung suci seperti di Prashanti Nilayam.
Ketika duduk
di dalam pura itu, Ny.Teresa berpikir bahwa mungkin pada zaman Yesus orang-orang
juga berdoa dengan duduk di lantai seperti ini. Ia sangat terkesan dan asyik
mengamati foto-foto Baba yang dipasang di situ.
Tiba-tiba Jack
manjawil lengannya. Ia menoleh. Jack menyuruh Ny.Teresa menadahkan kedua
telapak tangannya. “Untuk apa?” tanyanya dengan heran. Jack meletakkan jubah
Baba di tangan Ny.Teresa. Wanita itu begitu terkejut dan sangat terharu
sehingga ia menangis sambil menekankan jubah itu di dadanya. Orang-orang heran
mengapa ia menangis, tetapi suami dan putrinya mengerti, mereka langsung
teringat pada percakapan keluarga ketika Ny.Teresa berkata, “Jika Baba memang
Avatar, Beliau akan memberikan jubah Beliau di tangan saya ….” Umberto
berkata, “Itu berarti Swami menghendaki engkau menjahitkan jubah Beliau,”
tetapi lagi-lagi Ny.Teresa bimbang. Mereka kembali ke rumah dan membicarakan
peristiwa itu.
Kamis
berikutnya mereka pergi lagi ke Pura Sai Baba. Ny.Teresa menceritakan
pengalamannya kepada Jack, tetapi ia merasa bahwa Jack dan istrinya tidak
merasa senang dengan gagasan tersebut. Jack memperlihatkan foto-foto Swami
kepada Ny.Teresa dan suaminya. Ny.Teresa melihat foto-foto tersebut dengna
diam, tetapi di dalam hati berdoa kepada Bhagawan, “Baba, jika Paduka berkenan
saya menjahit jubah Paduka, mohon berilah saya tanda.” Tiba-tiba dari salah
satu foto yang sedang diamatinya timbullah vibhuti. Ny.Teresa tidak
mengerti bahwa itu abu suci, maka dengan heran ia bertanya, “Apa ini?” Melihat vibhuti tersebut, Jack dan istrinya terkejut bercampur senang; mereka
berteriak, “Oh, ini mukjizat besar!” Setelah menyaksikan timbulnya vibhuti tersebut, mereka berkata, “Pergilah ke pura dan lakukan apa yang Anda
suka.”
Ny.Teresa
membuka lipatan jubah Baba dan memeriksa ukurannya. Ternyata tepat sama dengan
ukuran yang dilihatnya di video. Hari berikutnya ia dan suaminya pergi membeli
bahan. Mereka menemukan bahan dan warna yang sesuai. Kamis berikutnya lagi
Ny.Teresa dan suaminya kembali ke Pura Sai Baba membawa jubah tersebut. Di situ
Ny.Teresa minta pada Jack agar diperbolehkan melihat lagi foto-foto Baba yang
tempo hari dilihatnya. Ia memandangi foto tersebut sambil berdoa dalam hati,
“Baba, jika Paduka senang dengan apa yang saya lakukan, mohon berilah saya tanda
lagi.” Ternyata vibhuti timbul lagi dari foto yang sama.
Waktu itu
mereka tidak mengetahui alamat Baba. Seorang teman memberi mereka alamat ashram
Prashanti Nilayam. Ny.Teresa menulis surat ke kantor ashram mohon agar jubah
tersebut diserahkan kepada Baba. Ditambahkannya, seandainya Baba tidak berkenan
menerimanya, mohon dikembalikan ke alamat si pengirim, ia akan membayar biaya
pengirimannya kembali. Jubah itu tidak pernah dikirim kembali, tetapi ada surat
dari kantor ashram yang menyatakan bahwa Baba menerima jubah tersebut.
Pada tahun
1982 Gavina berkunjung ke Prashanti Nilayam bersama teman orang tuanya dari
Sydney. Dalam interview Gavina mengucapkan terimakasih kepada Swami karena
telah memulihkan kesehatan ibunya, Ny.Teresa. Pada kesempatan itu Gavina juga
bertanya kepada Baba apakah Beliau telah menerima parsel yang dikirim ibunya.
Baba berkata, “Ya, ya, katakan terimakasih kepada ibumu.”
Bhagawan Baba
yang pengasih dan penyayang mengetahui keinginan Ny.Teresa untuk menjahitkan
jubah buat Guru Agung Yesus. Beliau memenuhi keinginan tersebut dan membuat
wanita yang saleh itu bahagia. Beliau datang menemui Ny.Teresa dalam mimpi pada
tanggal 15 Agustus 1983 dan berkata bahwa Beliau menyukai jubah itu, warnanya
bagus sekali, dan Ny.Teresa harus menjahit untuk Beliau. Ny.Teresa sangat bahagia dan menyimpan
peristiwa ini di dalam hatinya sebagai kenangan yang tidak terlupakan.
Sebagaimana diceritakan oleh Ny.Teresa Cossa kepada
penulis.